Saturday, January 12, 2008

Leonardo da Vinci Code

(catatan dari seorang yang pernah mengunjungi Vatikan)

Sebagai orang bukan Katolik yang tidak merasa dekat dengan tradisi seni lukis gambar orang-orang suci – dalam religiositas, agak grogi juga untuk menanggapi beberapa tanggapan akan hadirnya film Da Vinci Code. Perasaan masih kaget melihat realitas religiositas di Vatikan dan kota Roma membuat saya ingin menulis, apalagi karena akhir-akhir ini saya banyak membaca buku postmoderne.
_____Sejatinya Dan Brown penulis Novel bukan tidak memakai tradisi yang dikenal oleh Gereja Rom Katolik (RK) – yang sangat kental dengan paham bahwa kalimat-kalimat tertulis tidak cukup kuat untuk menjelaskan keseluruhan iman. Untuk melengkapi tulisan-tulisan di kitab suci maka hadir dan disahkan oleh Gereja RK juga patung-patung kuno yang menggambarkan figur-figur orang Suci, mosaik, tulisan di Batu (skriptum dan inskriptum). Bahkan struktur Gereja RK dan tradisi yang dianutnya merupakan wujud kehadiran Kristus di dunia ini – walaupun ini juga merupakan tafsiran manusia yang diinstitusionalkan lewat tubuh gereja RK.
_____Di museum Vatikan yang panjangnya hingga 7 kilometer lebih tersimpan ribuan: lukisan cantik/indah yang berwarna-warni, patung-patung yang halus, mosaik-mosaik yang menggambarkan cerita alkitab berdasarkan tradisi Gereja dan lain-lain. Lebih dari lima ribu orang mengunjungi Museum ini pada jam buka. Mereka datang berkunjung ke museum tersebut memiliki interesse dan latar belakang tertentu. Ada wisatawan rohani yang hanya ingin menyentuh patung kuno yang juga pernah disentuh oleh Kaisar Augustus, ada wisatawan yang hanya ingin berfoto disamping lukisan Paus, ada mahasiswa philologie yang ingin menerjemahkan teks bahasa Latin di tembok reruntuhan gedung Kurie/Senat, ada professor Sejarah yang bisa tinggal hingga malam di ruangan tertentu bahkan ketika museum sudah di tutup dengan ijin Khusus. Dan Brawn tentunya beberapakali mengunjungi tempat itu dan bukan lagi sebagai wisatawan biasa.
_____Pemandu wisata resmi yang berpengalan dan berjiwa seni biasanya mengajak para wisatawan yang menyaksikan lukisan untuk turut menafsirkan detail simbolis dalam lukisan yang bisa dilihat mata. Karya-karya seni yang dipajangkan di Vatikan atau di tiap institusi Gereja RK merupakan tafsiran akan cerita alkitab yang direstui oleh Gereja. Tiap seniman memiliki latar belakang dan konteksnya sendiri atau mereka melukiskan sesuatu berdasarkan permintaan pemesan barang seni. Seniman adalah penafsir dimana tafsirannya juga sagat terbatas untuk menggambarkan kebenaran dari keseluruhan realitas. Bahasa manusia dan karya seni apapun sangat terbatas untuk dapat menggambarkan realitas duniawi apalagi yang ilahi. Karya seni ini kemudian ditafsirkan oleh orang lain yang melihatnya, tetnunya dengan memakai dokumen dan riwayat hidup sang pekerja seni.
_____Yesus anak Yusuf yang dilahirkan oleh Maria, hidup dan bekerja di Palestina - bukan di Rom. Seniman Leonardo da Vinci telah menggambarkan Yesus dengan gambaran Barat atau dunia Romawi setelah masa Gereja RK menjadi penentu kebenaran tiap tradisi Kitab Suci. Arkeolog dan teolog yang mengenal peradaban Palestina, terutama mereka yang mengenal situasi hidup ketika Yesus tampil bekerja, turut memberi komentar terhadap lukisan Perjamuan kudus versi Barat (termasuk Leonardo da Vinci). Di antara komentar yang disampaikan adalah tentang gedung atau ruangan dan alat perelengkapan perjamuan yang digambarkan oleh pelukis Barat. Gedung yang tampilkan seniman Barat sangat berbeda dari gambaran gedung di Palestina, juga perlengkapan makan dan minum yang biasanya digunakan oleh penduduk Palestina untuk upacara perjamuan Paskah (pesakh).
_____Komentar negatif atau kritik akan karya seni yang dimiliki dan yang diakui resmi oleh Gereja RK jarang berhasil merubah tradisi mereka. Gereja RK sejatinya lebih tua dari tiap tradisi dan mereka telah berpengalaman menangani berjuta kritik, mereka juga tahu dan mengaku bahwa kebenaran sejati itu hanyalah yang ilahi. Tiap karya seni adalah upaya untuk mencoba menafsirkan akan keagungan numinus dengan memakai perasaan manusia dan teknologi yang dia miliki. (Numinus adalah bahasa Latin, sebagai terminus theologi untuk mengatakan yang Ilahi). Seorang pengunjung bertradisi Orthodox Rumania mengatakan bahwa karya seni lukis yang melukiskan orang suci dan Tuhan dalam tradisi Gereja merupakan jendela yang membatasi dan sekaligus menghubungkan dua dunia yang sesungguhnya sama-sama ilahi. Oleh karena itu setiap orang bisa menyucikan diri. “Sesungguhnya daftar orang suci melebihi daftar yang dimiliki oleh Gereja saat ini”, katanya dengan yakin kepadaku.
_____Kelihatannya salah satu cara yang ampuh untuk memberikan tanggapan terhadap tradisi Gereja adalah justeru dengan memanfaatkan cerita atau dokumen yang berlaku di kalangan mereka. Dan Brawn yang aslinya adalah seorang Guru Bahasa Inggris dan putera dari seorang Professor Matematika, telah berupaya untuk memberikan tanggapan terhadap tradisi Gereja Katolik dengan melakukan berbagai perjalanan ke kota-kota tua di Eropa yang kental dengan tradisi spiritual Katolik.
_____Apabila Karya Dan Brown dimasukkan dalam kelompok Literatur berdasarkan kacamata Postmodern yang mengenal konsep dekonstruksi, maka dia merupakan bagian dari kelompok yang mempertanyakan (atau dengan ironis: menggugat) kepemilikan kebenaran. Kebenaran itu menjadi relatif di tangan manusia. [Bangun Batubara]
...
Rujukan:
_____Adam, A.K.M. (1995): What is Postmodern Biblical Criticism? Minneapolis: Fortress Press.
_____Derrida, Jacques (1990): Die Differance, in: Postmoderne und Dekonstruktion, Texte französischer Philosophen der Gegenwart, Stuttgart: Reclam
_____Moore, Stephen D. (2001): Mark and Luke in Poststrukturalist Perspektives, Jesus Begins to Write, London: Yale University Press.
_____Pui-Lan, Kwok, (1998): ON Color-Coding Jesus: An Interview with Kwok Pui-Lan, in: _____Sugitarajah R.S. (Ed.), The Postkolonial Bible, Sheffield, Pg. 176ff.
_____Vattimo, Gianni (1985): La fine della modernità, Milano: Garzanti Editore.
_____Vattimo, Gianni (1996): Credere di credere, Milano: Garzanti Editore.
...