Saturday, January 12, 2008

Lupa Daerah Pelayanan Lama

Lupa Daerah Pelayanan Lama

Kenapa Pendeta HKBP yang dulu pernah melayani di Tanah Batak akhirnya “melupakan” daerah atau jemaat yang dulu pernah dilayaninya? Kenapa ini menjadi pertanyaan atau satu bentuk kegelisahan?
Mereka sebenarnya tidak lupa, melainkan hidup mereka di Jakarta sebenarnya tidak seperti yang mereka bayangkan sebelumnya. Mereka yang melayani di jemaat di luar tanah Batak pada umumnya dikontrol oleh beberapa orang penting di jemaat. Beberbeda dengan pengalaman mereka melayani ketika di pedesaan. Selain itu mereka juga tidak mampu bergaul dengan gaya Jakarta apalagi dengan model kesalehan yang mereka kenal sebelumnya. Daerah pelayanan sebelumnya tidak juga menghargai mereka karena ketika mereka di sana melakukan pelayanan bergaya otoriter atau menguasai struktur pelayanan.

Kantor Pusat HKBP (KP) mengatakan, bahwa sangat baik apabila setiap sumbangan jemaat-jemaat Jakarta untuk jemaat-jemaat di tanah Batak disalurkan melalui KP. Maka KP dalam kaitan ini berfungsi sebagai makelar atas nama koordinasi yang berkonotasi militer. Dalam peranan KP untuk mengkoordinasi penyaluran sumbangan ada beberapa pendeta pelayan jemaat donor bersikap ragu bahkan anti akan model ini, sebaliknya mereka yang ingin menanam pengaruh ke KP memberikan sumbangan rutin sebagai satu bentuk konspirasi.

Kalau HKBP menganggap dirinya sebagai satu kesatuan, maka uang yang terkumpul di Jakarta bukanlah uang milik jemaat setempat saja, melainkan uang untuk keseluruhan Tubuh Kristus. Artinya gaji pelayan yang ada di HKBP harus menjadi standart di semua tempat. [Bangun Batubara]