Thursday, January 17, 2008

Beberapa Kutipan

...
"Hidup bisa dikenali dengan melihat ke belakang, tetapi harus dijalani dengan melihat ke depan."
(Soren A. Kierkegaard)
...
"Setiap orang tergilakan oleh fantasi gila yang akan membuat mereka puas dan bahagia. Seseorang ingin menjadi kaya raya, sehingga bekerja semalaman menjual saham, atau mempertaruhkan nyawanya sebagai tentera bayaran dalam perang orang lain. Orang lain menukar seluruh hidupnya dengan uang yang tetap dan pekerjaan normal dengan beberapa kejutan. Orang lain menjadi religius, melewatkan waktunya untuk menjadi 'suci' dan ukhrawi. Setiap orang melihat orang lain dan berkata kepada diri sendiri, 'Mengapa sih mereka sia-siakan hidupnya dengan berbuat demikian?'"
(Sumber: Timothy Freke, Hari-hari bersama Rumi. Ajaran-ajaran harian sang Maestro Sufi, Pustaka Hidayah, Jakarta 2003, hl. 55.)
...
"Bila engkau belum pernah melihat setan, lihatlah dirimu."
(Sumber: Timothy Freke, Hari-hari bersamaRumi. Ajaran-ajaran Harian sang Maestro Sufi, Pustaka Hidayah, Jakarta2003, hl. 167.)
...
„Solange sich das Dogma in den Händen der Priester und Theologen befindet, kann es immer noch einige gewisse Freiheit bewahren, ja diese ist ihm hier natürlich. Sobald aber die Leien für das kirchliche Christentum als Denkende interessiert werden, wird das Dogma ausserordentlich empfindlich. Die, denen die Sorge für die religio publica anvertraut ist, müssen – die Bettelorden das gethan haben – eifersuchtig über ihm wachen, soll nicht eine allgemeine Verwilderung der religiöse Speculationen die Frucht des allgemeinen Interesse werden.“
(Sumber: Adolf von Harnack, Lehrbuch der Dogmengeschichte, Bd. 3, Leipzig/Tübingen 3. Ausg. 1987, S. 390.)
...